Mayday, Hari Buruh Sejati !!!!!01 MEI 2008 HARI BURUH INTERNASIONAL/ MAYDAY, Berkali-kali slogan “Buruh Berkuasa, Rakyat Sejahtera” berkumandang. Slogan tersebut diserukan oleh puluhan ribu buruh serta rakyat pekerja yang tergabung dalam Aliansi Buruh Menggugat (ABM) dan Front Perjuangan Rakyat (FPR). Bahkan teriakan “Sosialisme adalah jawabannya” juga kadang kala terdengar mulai dari bundaran Hotel Indonesia sampai Istana Negara.
Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) yang menjadi salah satu pendukung utama aksi 1 Mei di dalam ABM, pada pukul 08.00 WIB berkumpul di halte Ratu Plaza. Titik kumpul di halte Ratu Plaza dilakukan karena PRP bersama-sama dengan Serikat Pekerja Carrefour Indonesia (SPCI)yang berjumlah sekitar 70-80 orang tersebut berniat untuk menyisir kawasan Senayan agar dapat mengajak kawan-kawan Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Metal (SP LEM) serta Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) untuk hadir dalam aksi 1 Mei mengepung istana. Karena kabarnya SPN, SP LEM dan SPSI akan memperingati Mayday di Gelora Bung Karno (GBK) dan mengundang SBY, Agung Laksono (ketua DPR) serta Hidayat Nur Wahid (Ketua MPR) serta band-band ternama seperti Nidji. Kegiatan tersebut dinamakan oleh serikat-serikat yang hadir dengan istilah “Mayday Fiesta”.
Hal ini tentunya akan sangat bertolak belakang dengan makna Mayday sesungguhnya yaitu menuntut agar kesejahteraan bagi buruh dapat terjamin dan dilindungi oleh Negara, bukannya bersenang-senang dan melupakan sejenak penindasan yang dilakukan oleh para kaum pemodal yang didukung oleh elit-elit politik. Ketika acara tersebut selesai maka buruh akan kembali ke realita hidup yang sesungguhnya saat ini, yaitu tetap ditindas. Maka dari itu di bawah bendera ABM, PRP dan SPCI ditugaskan untuk mengintervensi dan mengajak kawan-kawan SPN, SP LEM, FSPMI, dan SPSI untuk datang ke istana dan menuntut kesejahteraan buruh. (
di sari dari harian Kompas 2 mei 2008 )